Entah kenapa gue harus merasakan menjadi exception. Kenapa gue ditakdirkan seperti itu. Jangan tanya saya, karena saya tidak mengatur nasib sendiri (hehehe). Padahal, saya mau punya hidup yang... ehm bisa dibilang almost perfect, enggak pernah jadi orang yang dibelakang selalu menjadi orang yang berada di depan. Tapi, itu semua keinginan saya. Terkadang hidup saya juga bercacat.
Saya pernah menjadi seorang exception. orang yang dikucilkan. Memang saya pernah salah, jadinya saya dikecualikan. Tapi, kesalah itu seperti enggak dimaafkan.
Temen-temen mengucilkan gue. Mereka enggak ngajak gue untuk hang out. Temen-temen yang lain diajak pergi. Gue ngeliat temen lain bisa seeng-seneng bareng, dan gue..? Foto bareng, saling berbagi, dan hal-hal yang lain yang bisa elo lakuin bareng temen-temen loe. Gue enggak mendapatkan apa-apa disini. Gue ga bisa bohong kalo gue ada perasaan iri juga.
Pas temen ulang tahun, gue ngeucapin selamat, tapi enggak dibales dengan "terimakasih". Gue cuma dikacangin doang. Gue merasa engga adil. Gimana enggak? Gue merasa enggak dihargain.
Oke gue memang salah, tapi enggak ada kesempatan untuk berubah.
Lalu, dari kejadian-kejadian ini gue sadar. Gue enggak bisa menunggu kesempatan dari orang untuk gue berubah. Kesempatan itu ada kalo gue sendiri yang buat. Gue harus mulai dari diri gue sendiri untuk berubah. Setiap orang bisa berbuat kesalahan dan enggak ada hidup yang sempurna, sangat-sangat sempurna, tanpa ada masalah sama sekali.
Kita dilahirkan tidak sempurna, maka hidup kita juga enggak sempurna. Ada aja masalah yang dateng. Kita bisa memimpikan hidup kita indah, tapi kita tidak selalu mendapat apa yang kita harapakan.
Gue juga seperti itu, gue terlalu berambisi dengan hidup tanpa cacat, tapi ternyata itu semuaa bukan karena ambisi gue, tapi gue ini pengecut! Gue enggak bisa melalui tantangan hidup, dan gue takut berbuat salah. Padahal, dengan kesalahan kita tau yang benar.
So, gue pernah dikucilkan. Dari situ gue belajar untuk menghargai orang. Walaupungue sebel sama seseorang, tapi gue harus bisa menjaga perasaan orang.
Ternyata, enggak ada salahnya kalo hidup kita pernah sedikit cacat. Darisitu kita bisa belajar untuk hidup lebih baik lagi, juga semakin memotivasi diri kita untuk jadi lebih baik. Love you allll ;)!
P.S: at the end of the story, ternyata menjadi orang yang dikucilkan adalah sementara, setelah itu kita dicintai orang-orang lagi :D
No comments:
Post a Comment