Thursday, December 31, 2009

Christmas and New Year 2009

Di Natal dan Tahun Baru tahun ini, gue merasa senang dan puas banget. Berbicara relijius sedikit, gue merasa Tuhan telah mengetuk hati gue.

Gue merasa, Tuhan mendekatkan gue dengan keluarga gue. Semuanya, tanpa terkecuali. Di tahun-tahun sebelumnya gue engga merasa sepuas ini. Gue bener-bener having fun dengan keluarga yang gue cintai, bukan berarti gue bersenang-senang dan melupakan kaum papa di bawah gue.

Di tahun ini, Tuhan mengumpulkan lagi keluarga gue. Misalnya nih, gue dengan bokap dan nyokap. Tahun ini kita jadi lebih akrab satu sama lain, padahal biasanya Natal dan Tahun Baru kita lewati scara yah biasa aja, nothing special. Tapi, di tahun ini wah bener-bener celebration banget. Keindahan yang sederhana tapi rasanya begitu luar biasa. Seperti Yesus, malaikat-malaikat bernyanyi dengan keindahannya untuk menyambut bayi Yesus yang sederhana dengan cinta untuk umat manusia yang luar biasa. So, thanks God for your blessing.

1 lagi kejadian yang menurut gue amazing banget. Bokap gue anak ke7 dari 8 bersaudara. Dari penilaian gue, dia enggak gitu deket sama saudara-saudara yang lain karena letak rumah yang jauh. Yah, jarang maenlah.

Tapi, di malam Natal kemaren gue rame-rame sekeluarga dan temen nyokap pergi ke Ragusa, mau makan eskrim (nyum!). Tiba-tiba, disana ketemu sama kakaknya bokap. Wah enggak nyangka banget gue bisa ketemu sama om, tante, dan sepupu jauh gue yang udah enggak ketemu selama 5 tahun. Dari situ kita ngobrol-ngobrol, lebih mendekatkan diri 1 sama lain, dan di hari berikutnya kita makan malem di hotel Borobudur. Wah, bakal makin deket dong? :) dan mulai saat itu gue menjaga relasi dengan keluarga lebih baik dari sebelumnya.

Di tahun ini gue sadar, dulunya gue lebih deket sama temen dibanding keluarga. Ada banyak keluarga besar gue yang jarang (banget!) gue sapa, gue kenal lebih dekat. Tapi, Tuhan membuka semua jalan itu. Dia menginginkan untuk gue lebih tahu dan dekat dengan keluarga gue sejauh apapun itu.

Jadi, setiap dari keluarga kita pasti dekat, tergantung dari seberapa besar kita mencintai mereka. Semua keluarga yang ada di dunia indah dan hebat.

Wednesday, December 2, 2009

For what?

Gue sebel sama diri gue sendiri karena sering care sama orang lain. Care-nya kelepasan. Sebel banget kalo tiba-tiba kumat :( . Ehm, mungkin gue cuma mau care aja tapi, kadang berlebih jadi terkesan “sok amat sih, loe!”.

Kadang, gue juga mikir, buat apa sih kayak gitu. Oke, bisa aja gue membuat seribu alasan untuk membenarkan diri. “Gue berbuat kayak gini karena gue care sama elo, dan gue care sama elo karena bla bla bla (seribu alasan yang udah gue buat)”. Tapi, apa sebenernya alasan utama dan terpentingnya? Cuma bikin harga diri gue jatoh (sucks!). Bisa aja nge-les, biar kita enggak malu atau parnoa. Yah, itulah untungnya lidah manusia yang tidak bertulang.

Sebenernya gue juga ga mau jadi orang yang kayak gitu, dan gue mesti kontrol. Susah buat ngontrolnya! But, i have to try. Setiap kali gue salah, pasti gue mendapat sesuatu, walaupun menyakitkan tapi dari kesalahan itu gue jadi berani untuk mem-fix diri gue. Sadar kalo gue salah i’ve done a mistake. Gue juga berharap bagi orang-orang yang menjadi korban “kekumatan” gue itu mau memaklumi dan memaafkan gue :)