Wednesday, July 22, 2009

Bombers

Sedih banget melihat korban-korban bom hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton. Ada yang kena luka bakar, lebih parah lagi ada yang jadi cacat, apalagi yang meninggal dunia. Gue turut berduka cita semoga keluarga-keluarganya diberi ketabahan amiiiin.

Menurut gue, si bombers itu melakukan hal yang konyol. Dia membunuh dirinya sendiri, juga membunuh orang lain yang belum tentu ikut-ikutan bersalah. Gue juga bingung, emangnya ga ada cara lain? Cara yang lebih baik? Gue yakin, sebenernya masih ada seribu cara lain, tapi tergantung kita mau menemukannya atau enggak ? If you will there is a way :)

Gue juga mikir, kalo misalnya gue ketemu (baca: berhasil menangkap) si bombers, apa ya yang kira-kira bakal gue lakuin? ehm, gue rasa gue bakal nanya dia, WHY, “why you did it?” gue pengen tau ada apa sih yang ada di otak mereka. Gue milih nge-diemn mereka, kurung aja mereka kayak. Didiemin, enggak usah diapa-apain, lagian kalo dibenci, dia bisa makin bertingkah, tapi kalo dibaikin, dia kira apa yang dia perbuat bisa bikin orang-orang jadi baik sama dia. Trus, ntar dia nge-bom lagi dong. Ahhh, silly. Ge sihh engak berani nge-bunuh mereka , karena urusah hidup dan mati, hak hidup, itu ada di tangan yang Maha Kuasa. Gue enggak ada hak untuk ngelakuin itu. Gue yakin Tuhan pasti membalas sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Kita enggak usah repot-repot mikir gimana cara terbaik untuk nge-bunuh mereka. Tuhan lebih tahu, Tuhan lebih cerdik. He knows a lot than us! :)

Tuesday, July 14, 2009

Cinta pake otak

Cinta pake otak! Pertama kali gue denger kata-kata itu dari temen gue. Bener-bener gue langsung kaget. Enggak bo'ong deh. Rasanya, ada petir nyamber di hati gue, istilahnya ya "nyentak" banget. Tapi, emang kata-kata temen gue itu bener. Kadang, kita suka nganggep kalo cinta itu sebatas perasaan aja, tapi sebenernya cinta juga butuh "otak yang bekerja"

Apalagi, akhir-akhir ini orang jadi suka memainkan cinta palsu cuma buat kesenangan (baca:ego) pribadi aja. Jadi, kita hharus pintar-pintar untuk memilih cinta. Is this a real love or a fake love? dan, saat loe bertanya seperti itu, bukan perasaan loe yang menjawab tapi otak loe! Otak kita bisa yang bisa membedakan. Love is blind, tapi otak loe engga bisa blind.

Untuk membedakan cinta, pake otak. Tapi, untuk menjalankannya, pake perasaan.
Cinta itu enggak sebatas rasa, tapi sebuah cerita. Sebuah cerita tanpa rasa dan otak cuma sampah. Sebuah cerita hanya menggunakan rasa cuma "abal-abal". Sebuah cerita cuma pake otak jadi ilmu pengetahuan. So, one more time, love needs feeling and brain.

Process

Hari ini adalah hari pertama gue masuk kelas baru. Karena gue sakit, jadinya gue baru memulainya di hari kedua, hari ini. Kelas baru gue adalah kelas 9.3. Kelas paling ujung dan dekat dengan tangga dan kaca :). Jadi, urutan kelas gue selama di SMP St.Theresia 7.1,8.3, dan 9.3 hohoho. Seperti biasanya, kelas baru pasti ada teman baru dan wali kelasnya pun baru, karena setiap tahunnya semua murid satu angkatan pasti diacak.


Pertama kali gue masuk, gue berasa "This is a new start for me. Will this be fun?" I don't know, because I can't read the future. Meskipun ada beberapa temen dari kelas 8 dan rata-rata udah

kenal sama temen-temen barunya, tapi everything's new, guys!


Suasana kelasnya pasti menjadi baru, karena orang-orang didalamnya baru, hal-hal dan tantangannya juga baru. Sekeliling loe jadi berbeda. Setiap temen pasti punya karakter yang berbeda, sikap mereka juga berbeda-beda, dan respon dari mereka juga berbeda. Kita akan menemui hal-hal baru dalam kelas yang baru. Enggak hanya temen-temen aja yang baru, tapi pelajaranpun juga baru dan pastinya lebih di upgrade dari yang sebelumnya.


Kelas baru ini butuh proses. Sebuah proses untuk menerima orang-orang baru dalam hidup loe, menghadapi temen-temen yang akan loe temui setiap hari, cara belajar yang lebih efektif, memaafkan kesalah orang lain, dan lebih tau diri. Dan proses itu juga enggak bisa berjalan dengan cepat, tapi proses itu berjalan dengan perlahan tetapi pasti. Emang sih, kita sering enggak sabar untuk menunggu hasil dari proses itu. Gue juga ngerasain, kok! :). Tapi, gue nyadar kalo proses itu berjalan dengan terburu-buru, hasilnya enggak sesuai seperti yang kita harapkan, karena proses itu berjalan dengan "maksa". Dan gue yakin, loe semua pasti tau kan kalo kita "maksa" hasilnya bakal seperti apa? Just let it go, let it flow!


Hidup ini enggak lepas dari belajar, belajar, dan belajar. Sekecil apapun itu, sebuah pelajaran pasti akan berarti buat diri loe sendiri. Setiap harinya pasti ada hal-hal baru yang gue pelajari dari kelas baru ini

punya blog baru

Inilah blog baruku hahaha Buat blog lagi deh, gara-gara yang dulu lupa email sama passwordnya, jadi ga bisa di akses. Ya sudahlah, buat yang baru aja, kayaknya lebih praktis dibanding mengingat-ingat lagi hehehe
Dulu sebenernya gue gak gitu hobbi nge-blog (mungkin ini salah satu alasan gue lupa alamat blognya). Kayaknya apa yang males gitu ngetik, enakkan langsung curhat aja. Tapi, setelah melihat beberapa temen gue hobi nge-blog, gue jadi kepengen, dan gue juga jadi berfikir "Kayaknya enak deh nge-blog. Enggak ada peraturan harus menulis dengan bahasa baku, dan juga bisa menemani gue curhat kapanpun. Gue kan ga bisa curhat sama orang lain "semau gue". Akhirnya dibuatlah blog ini.
Sebenernya nge-blog itu enak, asalkan kita ada niat dan kuat bayar internetnya hahaha. Tapi serius deh, ga ada salahnya untuk mencoba, dan sekarang gue mau coba untuk curhat di blog ini. Mungkin beberapa kali bahasa gue berantakan, tapi gue akan mencoba menggunakan bahasa yang baik. Ohya ada lagi, kalo baca blog, usahain deh dengan hati. Pasti apa yang ditulis bener-bener bisa tersampaikan. Karena seorang penulisa menulis setiap kalimatnya dengan sepenuh hati, dan sebuah tulisan adalah komunikasi dari hati ke hati :)

God bless you, guys!